Kamis, 24 Februari 2011
Planet Nibiru Penyebab Kiamat 2012?
di 21.12
Bagian luar Tata Surya masih memiliki banyak planet-planet minor yang
belum ditemukan. Sejak pencarian untuk Planet X dimulai pada awal abad
ke 20, kemungkinan akan adanya planet hipotetis yang mengorbit Matahari
dibalik Sabuk Kuiper telah membakar teori-teori Kiamat dan spekulasi
bahwa Planet X sebenarnya merupakan saudara Matahari kita yang telah
lama “hilang”.
Tetapi mengapa cemas duluan akan Planet X/Teori Kiamat ini? Planet X
tidak lain hanya merupakan obyek hipotetis yang tidak diketahui?
Teori-teori ini didorong pula dengan adanya ramalan suku Maya akan
kiamat dunia pada tahun 2012 (Mayan Prophecy) dan cerita mistis Bangsa
Sumeria tentang Planet Nibiru, dan akhirnya kini memanas sebagai
“ramalan kiamat” 21 Desember 2012. Namun, bukti-bukti astronomis yang
digunakan untuk teori-teori ini benar-benar melenceng.
Pada 18 Juni kemarin, peneliti-peneliti Jepang mengumumkan berita
bahwa pencarian teoretis mereka untuk sebuah massa besar di luar Tata
Surya kita telah membuahkan hasil. Dari perhitungan mereka, mungkin saja
terdapat sebuah planet yang sedikit lebih besar daripada sebuah obyek
Plutoid atau planet kerdil, tetapi tentu lebih kecil dari Bumi, yang
mengorbit Matahari dengan jarak lebih dari 100 SA. Tetapi sebelum kita
terhanyut pada penemuan ini, planet ini bukan Nibiru, dan bukan pula
bukti akan berakhirnya dunia ini pada 2012. Penemuan ini penemuan baru
dan merupakan perkembangan yang sangat menarik dalam pencarian
planet-planet minor dibalik Sabuk Kuiper.
Dalam simulasi teoretis, dua orang peneliti Jepang telah menyimpulkan
bahwa bagian paling luar dari Tata Surya kita mungkin mengandung planet
yang belum ditemukan. Patryk Lykawa dan Tadashi Mukai dari Universitas
Kobe telah mempublikasikan paper mereka dalam Astrophysical Journal yang
menjelaskan tentang planet minor yang mereka yakini berinteraksi dengan
Sabuk Kuiper yang misterius itu.
Kuiper Belt Objects (KBOs)
Sabuk Kuiper menempati wilayah yang sangat luas di Tata Surya kita,
kira-kira 30-50 SA dari Matahari, dan mengandung sejumlah besar
obyek-obyek batuan dan metalik. Obyek terbesar yang diketahui adalah
planet kerdil (Plutoid) Eris. Telah lama diketahui bahwa Sabuk Kuiper
memiliki karakteristik yang aneh, yang mungkin menandakan keberadaan
sebuah benda (planet) besar yang mengorbit Matahari dibalik Sabuk
Kuiper. Salah satu karakterikstik tersebut adalah yang disebut dengan
“Kuiper Cliff” atau Jurang Kuiper yang terdapat pada jarak 50 SA. Ini
merupakan akhir dari Sabuk Kuiper yang tiba-tiba, dan sangat sedikit
obyek Sabuk Kuiper yang telah teramati dibalik titik ini. Jurang ini
tidak dapat dihubungkan terhadap resonansi orbital dengan planet-planet
masif seperti Neptunus, dan tampaknya tidak terjadi kesalahan (error)
pengamatan. Banyak ahli astronomi percaya bahwa akhir yang tiba-tiba
dalam populasi Sabuk Kuiper tersebut dapat disebabkan oleh planet yang
belum ditemukan, yang mungkin sebesar Bumi. Obyek inilah yang diyakini
Lykawka dan Mukai telah mereka perhitungkan keberadaannya.
Peneliti Jepang ini memprediksikan sebuah obyek besar, yang massanya
30-70 % massa Bumi, mengorbit Matahari pada jarak 100-200 SA. Obyek ini
mungkin juga dapat membantu menjelaskan mengapa sebagian obyek Sabuk
Kuiper dan obyek Trans-Neptunian (TNO) memiliki beberapa karakteristik
orbital yang aneh, contohnya Sedna.
Sejak ditemukannya Pluto pada tahun 1930, para astronom telah mencari
obyek lain yang lebih masif, yang dapat menjelaskan gangguan orbital
yang diamati pada orbit Neptunus dan Uranus. Pencarian ini dikenal
sebagai “Pencarian Planet X”, yang diartikan secara harfiah sebagai
“pencarian planet yang belum teridentifikasi”. Pada tahun 1980an
gangguan orbital ini dianggap sebagai kesalahan (error) pengamatan. Oleh
karena itu, pencarian ilmiah akan Planet X dewasa ini adalah pencarian
untuk obyek Sabuk Kuiper yang besar atau pencarian planet minor.
Meskipun Planet X mungkin tidak akan sebesar massa Bumi, para peneliti
masih akan tetap tertarik untuk mencari obyek-obyek Kuiper lain, yang
mungkin seukuran Plutoid, mungkin juga sedikit lebih besar, tetapi tidak
terlalu besar.
“The interesting thing for me is the suggestion of the kinds of
very interesting objects that may yet await discovery in the outer solar
system. We are still scratching the edges of that region of the solar
system, and I expect many surprises await us with the future deeper
surveys.” – Mark Sykes, Direktur Planetary Science Institute (PSI) di
Arizona.
Planet X tidaklah menakutkan
Jadi darimana Nibiru ini berasal? Pada tahun 1976 sebuah buku
kontroversial berjudul “The Twelfth Planet” atau “Planet Keduabelas”
ditulis oleh Zecharian Sitchin. Sitchin telah menerjemahkan
tulisan-tulisan kuno Sumeria yang berbentuk baji (bentuk tulisan yang
diketahui paling kuno). Tulisan berumur 6000 tahun ini mengungkapkan
bahwa ras alien yang dikenal sebagai Anunnaki dari Planet yang disebut
Nibiru, mendarat di Bumi. Ringkas cerita, Anunnaki memodifikasi gen
primata di Bumi untuk menciptakan homo sapien sebagai budak mereka.
Ketika Anunnaki meninggalkan Bumi, mereka membiarkan kita memerintah
Bumi ini hingga saatnya mereka kembali nanti. Semua ini mungkin tampak
sedikit fantastis, dan mungkin juga sedikit terlalu detil jika mengingat
semua ini merupakan terjemahan harfiah dari tulisan kuno berumur 6000
tahun. Pekerjaan Sitchin ini telah diabaikan oleh komunitas ilmiah
sebagaimana metode interpretasinya dianggap imajinatif. Meskipun
demikian, banyak juga yang mendengar Sitchin, dan meyakini bahwa Nibiru
(dengan orbitnya yang sangat eksentrik dalam mengelilingi Matahari) akan
kembali, mungkin pada tahun 2012 untuk menyebabkan semua kehancuran dan
terror-teror di Bumi ini. Dari “penemuan” astronomis yang meragukan
inilah hipotesa Kiamat 2012 Planet X didasarkan. Lalu, bagaimanakah
Planet X dianggap sebagai perwujudan dari Nibiru?
Kemudian terdapat juga “penemuan katai coklat di luar Tata Surya
kita” dari IRAS pada tahun 1984 dan “pengumuman NASA akan planet
bermassa 4-8 massa Bumi yang sedang menuju Bumi” pada tahun 1933. Para
pendukung hipotesa kiamat ini bergantung pada penemuan astronomis ini
sebagai bukti bahwa Nibiru sebenarnya adalah Planet X yang telah lama
dicari para astronom selama abad ini. Tidak hanya itu, dengan
memanipulasi fakta-fakta tentang penelitian-penelitian ilmiah, mereka
“membuktikan” bahwa Nibiru sedang menuju kita (Bumi), dan pada tahun
2012, benda masif ini akan memasuki bagian dalam Tata Surya kita,
menyebabkan gangguan gravitasi.
Dalam pendefinisian yang paling murni, Planet X adalah planet yang
belum diketahui, yang mungkin secara teoretis mengorbit Matahari jauh di
balik Sabuk Kuiper. Jika penemuan beberapa hari lalu memang akhirnya
mengarah pada pengamatan sebuah planet atau Plutoid, maka hal ini akan
menjadi penemuan luar biasa yang membantu kita memahami evolusi dan
karakteristik misterius bagian luar Tata Surya kita.
by: misteri dunia

Senin, 14 Februari 2011
Zodiak Baru – Ophiuchus Sang Pawang Ular
di 05.11
Perubahan tanggal kemunculan rasi zodiak ternyata dibenarkan ahli astronomi. Namun hal itu tidak terkait astrologi.
“Memang berubah, tapi itu nggak ada hubungan dengan astrologi. Informasi ini untuk kebutuhan astronomi dalam penentuan posisi detil semua benda langit,” ujar Kepala Observatorium Bosscha, Bandung, Taufik Hidayat
Menurut Taufik, rasi bintang zodiak memang bergeser perlahan-lahan dan hal itu sudah terjadi ribuan tahun karena berbagai sebab. Para ahli terus memonitor pergeseran benda langit dan tidak hanya rasi bintang zodiak.
Perubahan tanggal kemunculan bintang zodiak adalah konsensus dari International Astronomical Union (IAU). Mereka secara rutin memang melansir data terbaru perubahan posisi benda langit.
Taufik pun membenarkan adanya bintang zodiak ke 13, Ophiuchus, selain 12 zodiak yang diketahui selama ini. “Ophiuchus ditemukan kemudian setelah rasi bintang zodiak klasik yang ada sejak zaman Babilonia. Ini penemuan modern,” imbuhnya.
Sebenarnya ada 88 rasi bintang. 12 Bintang zodiak (13 menurut para astronom) adalah rasi terdekat dengan orbit Bumi. Zodiak sebuah bulan dalam kalender sebenarnya adalah rasi bintang yang saat itu paling dekat dengan Matahari jika dilihat dari Bumi.
Berikut adalah perubahan-perubahan tanggal zodiak :
1. Capricornus 21 Jan – 16 Feb (26 hari)
2. Aquarius 16 Feb – 11 Mar (24 hari)
3. Pisces 11 Mar – 18 Apr (38 hari)
4. Aries 18 Apr – 13 Mei (25 hari)
5. Taurus 13 Mei – 22 Jun (40 hari)
6. Gemini 22 Jun – 21 Jul (29 hari)
7. Cancer 21 Jul – 10 Ags (20 hari)
8. Leo 10 Ags – 16 Sep (37 hari)
9. Virgo 16 Sep – 31 Okt (45 hari)
10.Libra 31 Okt – 23 Nov (23 hari)
11.Scorpius 23 Nov – 29 Nov (6 hari)
12.Ophiuchus 29 Nov – 18 Des (19 hari)
13.Sagitarius 18 Des – 21 Jan (34 hari)

Ada kemungkinan perubahan ini akan mempengaruhi teori-teori para astrologer atau besar kemungkinan juga para astrologer tidak akan merubah karakteristik 12 zodiak yang sudah ada karena akan cukup menganggu ‘kenyamanan’ orang-orang yang sudah merasa cocok dengan zodiaknya selama ini.
Astrologi sendiri adalah ilmu tradisi yang mempelajari tentang hubungan antara kejadian-kejadian di bumi dengan posisi dan pergerakan benda-benda langit misalnya matahari, bulan dan planet-planet serta bintang-bintang. Ilmu ini berkembang sudah sejak sekitar 4000 tahun yang lalu dimulai dari Mesopotania sebuah negeri di Timur Tengah lalu berkembang ke Eropa, Amerika serta Asia.
Pakar astrologi dinamakan astrolog. Astrolog yang cukup tersohor adalah Nostradamus dari Perancis yang terkenal dengan bukunya yang berjudul ‘Centuries’ berisi tentang ‘Ramalan Nostradamus’ — walau sejauh ini tidak banyak terbukti –.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka astrologi pun turut berkembang. Pada awalnya astrologi dan astronomi merupakan satu kesatuan ilmu, namun pada abad 17 astrologi mulai dipisahkan dari astronomi dikarenakan metode yang digunakan para astrolog tidak mengikuti kaidah-kaidah ilmiah, bahkan di Barat astrologi tidak hanya mendapat perlawanan dari para ilmuwan tapi juga Gereja karena dianggap melanggar ajaran agama.
Dalam perkembangannya ternyata astrologi justru lebih populer dari pada astronomi.
Hingga kini bahkan beberapa astrolog mengkhususkan diri dalam Astrologi Kesehatan (Medical Astrology), sementara yang lain menggunakan astrologi untuk menelaah gejala-gejala finansial dalam bisnis dan bursa efek (Financial Astrology).
Astrologi Duniawi (Mundane Astrology) adalah tentang politik dan peristiwa dunia, sementara Astrologi Pemilihan (Electional Astrology) digunakan untuk membantu orang menemukan waktu atau hari yang tepat untuk menikah, mendirikan usaha, memulai pekerjaan baru dan lain-lain.
Astrologi Pertanyaan (Horary Astrology) menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang masa lampau, sekarang dan masa yang akan datang berdasar pada saat-saat mereka muncul dalam pikiran si penanya.
Walaupun demikian, di antara semua aliran astrologi yang paling populer adalah Astrologi Kelahiran (Natal Astrology), yaitu jenis astrologi yang menganalisa kepribadian dan potensi kehidupan seseorang berdasar pada tanggal, waktu dan tempat kelahiran.
Astrologi mengklaim bahwa posisi benda langit saat seseorang dilahirkan dapat mempengaruhi watak dan kepribadiannya bahkan nasibnya dikemudian hari.
Walaupun hal ini sudah ditolak mentah-mentah oleh para saintis karena sangat tidak ilmiah sehingga dianggap sebagai ‘pseudo science’ kayaknya sains tapi bukan. Namun demikian berjuta-juta orang di dunia masih saja banyak yang percaya dan mempraktekkannya. Bahkan klaim tidak hanya sebatas itu saja bahkan posisi tersebut diyakini dapat mempengaruhi kondisi bumi secara geologis misalnya peristiwa gempa bumi, gunung meletus, banjir dan peristiwa alam lainnya..
Astrolog memiliki perlengkapan yang disebut Horoskop yaitu sebuah gambaran peta langit dengan bumi berada di pusatnya dan dikelilingi oleh pita melingkar bergambar 12 rasi bintang yang disebut zodiak.
Rasi zodiak ini membagi persis lingkaran 360° menjadi 12 bagian sehingga masing-masing lebarnya 30°. Ke 12 rasi zodiak itu adalah Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn Aquarius, dan Pisces.
Horoskop dibuat oleh para astrolog untuk mengetahui dimana posisi matahari saat seseorang dilahirkan. Ini adalah salah satu aliran astrologi yang paling populer dan paling banyak penggemarnya termasuk di Indonesia.
Kenapa mereka membagi lingkaran langit menjadi 12 sama persis, ternyata alasannya adalah hal itu sudah merupakan kesepakatan dari tradisi turun temurun sejak Claudius Ptelomeus mengenalkan horoskop tersebut memasuki abad ke-2.
Di toko-toko buku kita akan sangat sulit mencari buku-buku astronomi, namun kalau mencari buku tentang horoskop, astrologi dan ramalan bintang wah ‘seabreg’ akan kita dapatkan. Horoskop masuk dalam kategori ‘sun sign astrology’ karena menggunakan matahari sebagai panduan. Misalnya jika seseorang lahir saat matahari berada di Rasi Leo maka ia berbintang Leo. Rasi ini memang tidak terlihat saat kelahiran seseorang karena ia justru berada di belakang posisi matahari saat itu
Masalah Ophiucus sendiri adalah Satu pondasi penting yang menjadi dasar perhitungan para astrolog sudah nyata-nyata keliru, belum lagi masalah zodiak ke-13 (rasi Ophiuchus) para astrologpun masih belum mau mengakui.
Kalau toh tidak masuknya Ophiuchus dikarenakan astrolog punya definisi tersendiri mengenai Zodiak sehingga bisa saja Ophiuchus ini menjadi bagian dari Scorpius, namun yang tidak bisa lagi dibantah adalah kesalahan mereka tentang posisi matahari dalam horoskopnya.
Sumber: Gugling.com
Langganan:
Komentar (Atom)





